Penyakit Tiroid Dalam Kehamilan

Gangguan tiroid dapat tampak berupa terlalu sedikit hormon tiroid atau terlalu banyak hormon tiroid. Terlalu banyak hormon tiroid disebut hipertiroidesme. Pada gangguan ini, metabolisme lebih cepat dan biasanya disebabkan oleh penyakit Graves. Gangguan tersebut biasanya dirawat ddengan pembedahan atau obat untuk mengurangi jumlah hormon tiroid pada sistem tubuh anda. Jika gangguan ini tidak dirawat selama kehamilan, ada resiko tinggi akan terjadinya persalinan prematur  dan berat janin yang rendah. Jika harus dilakukan perawatan selama kehamilan, tersedia obat yang aman.

Terlalu sedikit hormon tiroid disebut hipotiroidisme. Hal ini biasanya disebabkan oleh gangguan autoimun; kelenjar tiroid rusak oleh antibodi tubuh anda sendiri. Perawatan untuk gangguan ini adalah hormon tiroid. Jika hipotiroidsme tidak dirawat, anda dapat mengalami kemandulan atau keguguran.

Jika anda menderita hipotiroidisme atau hipertiroidime, perlu dilakukan pemeriksaan sebelum kehamilan untuk menentukan jumlah obat yang tepat bagi anda. Kehamilan dapat mengubah kebutuhan obat, karena itu perlu dilakukan pemeriksaan selama kehamilan.

Diagnosis penyakit tiroid pada kehamilan dipersulit oleh peningkatan pada ukuran tiroid, ambilan iodium radioaktif laju metabolik basal, dan kadar globulin pengikat-tiroksin selama kehamilan yang normal. Kadar T3 dan T4 plasma meninggi, tetapi T3, T4 bebas dan hormon perangsang tiroid (thyroid stimulating hormone/TSH) tetap normal, sementara amblan resin T3 berada dalam kisaran hipotiroid. Tirotoksikosis matenal terjadi sekitar satu dalam 500 kehamilan dan penegakan diagnosisnya mungkin sulit dilakukan karena peningkatan curah jantung, takikardia, kulit yang hangat, dan intoleransi panas yang menjadi ciri khas kehamilan dapat mnyerupai hipertiroidesme. Nilai T4 di atas 154 mmol/L (12ug/dL) dengan amilan resin T3 dalam kisaran eutiroi (25-35%) menunjukkan hipertiroid pada seoang perempuan hamil.

Perempuan hamil dapat mentoleransi hipertiroidisme dalam derajat ringan tanpa kesulitan dan keadaan tirotoksikosis tidak meningkatkan (frekuensi kematian janin). Kehamian tidak memperburuk tiroksikosis;memnag, hipertiroidisme sering lebih mudah dikendalikan selama kehamilan. Penangganan tirotoksikosis gestasional meliputi pemilihan antara obat pilihan karena metimazol dapat menyebabkan aplasia kutis pada janin.

Secara normal kehamilan menyebabkan hipertiroidisme ringan (sekunder. Hipertiroidisme berat dan kronis yang menyebabkan osteitis fibrosa kistik jarang terjadi selama kehamilan kecuali pada pasien-pasien dengan penyakit ginjal lama. Masalah paling serius yang berkenaan dengan disfungsi paratiroid selama kehamilan adalah tetani hipoparatiroid dan kram otot.

Tetani biasanya disebabkan oleh defisiensi kalisum, kelebihann fosfat atau kelebihan vitamin D dan hormon paratiroid. Pada keadaan hipoparatiroidisme, hipokalsemia merupakan fenomena dilusional selama kehamilan. Kebutuhan vitamin D dan kalsium pada penyakit paratiroid mungkin lebih besar dibandingkan kebutuhan wanita tidak hamil.

 


=====================================

>>> Keladi Tikus (Typhonium Flagelliforme) Membantu Menghambat Pertumbuhan Kanker/Tumor dan Memelihara Daya Tahan Tubuh, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Tiroid and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *