Penyakit Kelenjar Tiroid

Gangguan fungsi dan morfologi kelenjar tiroid merupakan topik yang mengalami peningkatan beberapa tahun terakhir ini. Penyebab gangguan tiroid memang belum bisa diketahui pasti, namun peran faktor lingkungan, polusi, perubahan nutrisi tidak dapat diabaikan. Faktor lain dari gangguan tiroid adalah tingkat kesadaran masyarakat yang semakin membaik, terutama di kota besar. Diperlukan penanganan diagnostik yang tepat untuk mendapatkan diagnostik sedini mungkin, misalnya USG, FNAB (Fine needle aspiration biopsy), radionuklir dll. Di samping pemeriksaan hormon tiroid itu sendiri.

Sekitar 3,7% populasi di dunia mempunyai nodul tiroid jika dilakukan pemeriksaan dengan metode palpasi (perabaan), namun jika dilakukan pemeriksaan USG maka ditemukan 20%-70% populasi yang mempunyai nodul tiroid. Nilai ini tidak jauh berbeda degan pemeriksaan saat autopsi. Maka saat ini USG adalah salah satu alat diagnostik yang harus digunakan untuk menilai nodul tiroid. Dahulu pemeriksaan USG hanya bisa menilai apakah sebuah benjolan di daerah tiroid adalah sebuah kista (cair) atau padat, menilai jumlahnya dan memperkirakan besarnya. Namun saat ini USG dapat menilai kecenderungan nodul tiroid ke arah keganasan atau jinak, menilai apakah ada kemungkinan nodul tersebut membesar, mencari tahu underlying disease (penyakit yang mendasarinya) dan membantu penentuan terapi pilihan.

Gangguan kelenjar tiroid kerap tidak disadari karena tak ada gejala khusus. Padahal, jika tidak terdeteksi dan ditangani sejak dini, kelainan tiroid dapat menurunkan produktivitas dan kualitas hidup. Karena itu, masyarakat perlu mewaspadai kelainan tiroid.

Kelenjar tiroid adalah salah satu dari kelenjar endokrin terbesar pada tubuh manusia. Kelenjar ini dapat ditemui di bagian depan leher, sedikit di bawah laring. Kelenjar ini berfungsi untuk mengatur kecepatan tubuh membakar energi, membuat protein, dan mengatur sensitivitas tubuh terhadap hormon lainnya.

Kelainan tiroid dapat dibedakan antara kelainan fungsi dan kelainan bentuk. Kelebihan hormon tiroid (hipertiroid) atau kekurangan hormon tiroid (hipotiroid) termasuk kelainan fungsi. Adapun kelainan bentuk terlihat dari kelenjar yang membesar.

Umumnya, kelainan tiroid ditandai dengan pembesaran kelenjar tiroid, yang dikenal awam dengan gondok. Gejala utama hipertiroid, antara lain, turunnya berat badan meski banyak makan, keringat berlebihan, jantung berdebar-debar, dan mata menonjol. Hipertiroid dapat menyebabkan gangguan fungsi tubuh, termasuk gangguan irama jantung, bahkan gagal jantung.

Ranah ilmu kedokteran nuklir pun tak kalah berkembang seiring makin banyaknya kasus-kasus kelainan tiroid yang bisa ditangani oleh pada ahli di bidang ini. Aplikasi kedokteran nuklir dalam kelainan kelenjar tiroid bisa berupa alat diagnostik, terapi dan penelitian.

Dari segi diagnostik, pemeriksaan yang sering dilakukan misalnya uptake test, supresi test, scintigrafi, menilai sisa jaringan tiroid setelah operasi pengangkatan tiroid dan mencari lesi metastatic (penyebaran sel kanker). Dari segi terapi, ilmu kedokteran nuklir sangat membantu penanganan kasus hipertiroid, beberapa jenis kanker tiroid, serta lesi metastatic kanker tiroid.


=====================================

>>> Keladi Tikus (Typhonium Flagelliforme) Membantu Menghambat Pertumbuhan Kanker/Tumor dan Memelihara Daya Tahan Tubuh, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Tiroid and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *